WHO mendesak presiden jokowi untu mengumumkan keadaan darurat nasional

Posted by KarimGanas on 06.01 in , ,

Organisasi Kesehatan Dunia / world health organization (WHO) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan mekanisme tanggap darurat negara dalam menangani wabah COVID-19 dengan, di antara langkah-langkah lain, menyatakan keadaan darurat nasional. Dalam sepucuk surat yang dikirimkan kepada Presiden pada hari Selasa, direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan badan tersebut telah "melihat kasus-kasus yang tidak terdeteksi atau tidak terdeteksi pada tahap awal wabah yang mengakibatkan peningkatan yang signifikan dalam kasus dan kematian di beberapa negara.”

Who kemudian merekomendasikan beberapa tindakan yang harus diambil untuk mengurangi penularan dan mencegah penyebaran virus corona lebih lanjut, termasuk “meningkatkan mekanisme tanggap darurat termasuk deklarasi darurat nasional.” Tedros melanjutkan dengan mengatakan bahwa negara harus mengintensifkan penemuan kasus, pelacakan kontak, pemantauan, karantina kontak dan isolasi kasus. “Saya juga akan berterima kasih jika Republik Indonesia dapat memberikan informasi terperinci kepada WHO tentang pendekatan pengawasan dan pengujian, identifikasi kontak, dan pelacakan kontak untuk COVID-19 dan data atau ringkasan apa pun,” tulis Tedros dalam surat itu. "Saya mengandalkan kepemimpinan pribadi dan kemauan politik anda, yang tidak hanya mencerminkan kemitraan yang kuat dengan WHO, tetapi juga menunjukkan komitmen Republik Indonesia terhadap keamanan kesehatan global."

Tedros bekerja lebih keras dengan memention Presiden Jokowi secara langsung, ketika ia menulis di akun Twitter resminya, @DrTedros, pada hari Jumat. “Saya mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan pemerintah dalam hal penanganan dan juga mempersiapkan sistem kesehatan dan sektor lain untuk menaangani COVID-19. Kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama dan saya meyakinkan presiden tentang kesiapan WHO untuk mendukung, ”tulis Tedros di Twitter.

Juru bicara kepresidenan Fadjroel Rachman membenarkan bahwa panggilan telepon dilakukan pada hari Jumat, setelah Presiden menerima surat WHO. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pemerintah telah mengambil beberapa langkah yang direkomendasikan oleh badan kesehatan PBB.

Kata Fadjroel dalam sebuah pernyataan ia mengatakan bahwa pemerintah Indonesia sudah meningkatkan seluruh upaya untuk mengatasi masalah wabah covid-19 dengan keputusan dari presiden yang mengamanatkan untuk membentuk gugus tugas untuk penanganan corona virus yang dipercepat. Hingga Sabtu siang, Indonesia telah memastikan 96 pasien COVID-19, karena jumlah kematian akibat penyakit ini meningkat menjadi empat. 

Juru bicara pemerintah untuk semua masalah yang berkaitan dengan virus corna, Achmad Yurianto, mengatakan bahwa pemerintah akan memperluas jangkauan pengujian COVID-19 dengan memungkinkan laboratorium di universitas dan lembaga penelitian lainnya untuk melakukan pengujian rpolimerase chain reaction (PCR) pengujian pada pasien suspect corona.

Sejumlah negara telah menyatakan keadaan darurat nasional setelah wabah, seperti Spanyol dan Amerika Serikat. Presiden Donald Trump menyatakan darurat nasional AS atas penyebaran virus corona dengan cepat, membuka pintu bagi lebih banyak bantuan pemerintah untuk memerangi penyakit ini, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters. Menurut data global yang dikumpulkan oleh Pusat Ilmu dan Sistem Sistem Universitas Johns Hopkins, sekitar 145.000 kasus telah dikonfirmasi di seluruh dunia, sekitar 5.400 di antaranya meninggal karena COVID-19. Sementara itu, 71.694 orang pulih dari penyakit.

Pastinya semua masyarakat Indonesia meminta pemerintah agar lebih cepat dalam menangani wabah virus corona ini, dan masyarakat pastinya juga selau berdoa agar seluruh maskyarakat Indonesia selalu dijauhkan dari virus corona. Dan kondisi Indonesia semakin membaik dari hari ke harinya. Dan semoga virus ini cepat di atasi di seluruh negara di dunia.