Ketika Sosok Penceramah Mulai Menjamah Si Kulit Bundar

Posted by Ganas003 on 22.08 in ,

Terdengar menarik ketika seorang alim ulama ikut terjun ke dalam pengembangan sepak bola, menyerupai yang dilakukan oleh Ustadz Yusuf Mansur dengan Persika Karawang. Biasanya seorang ustadz atau ulama  berkecimpung dalam bidang yang masih mempunyai kaitan dengan nilai-nilai religius, menyerupai pembangunan masjid atau pengembangan pesantren. Namun, apa yang dilakukan Yusuf Mansur ini sedikit berbeda.


Memang belum ada kepastian resmi akan menjabat sebagai apakah seorang ustadz di kubu Persika Karawang. Namun, secara niscaya ia akan terlibat, menyerupai yang dikatakan oleh Rakhmat Gunadi selaku pengurus, dilansir dari Bola.Kompas.com. Kehadiran Yusuf Mansur digadang-gadang akan menjadi komisaris di klub Karawang tersebut, tetapi nama ia bukan pemilik saham tunggal dari PT. Persika Singaperbangsa.


Sambangi Karawang Bukan Untuk Ceramah Tapi Mengucurkan Dana


Terdengar menarik ketika seorang alim ulama ikut terjun ke dalam pengembangan sepak bola Ketika Sosok Penceramah Mulai Menjamah Si Kulit Bundar

Sumber : Netralnews.com


Ustadz Yusuf Mansur bakal berkecimpung pada persepakbolaan Karawang yang direpresentasikan oleh Persika. Ustadz kondang ini digandeng guna menjadi penyandang dana bagi klub yang mempunyai julukan lumbung padi. Kesepakatan kedua belah pihak terjadi pada 30 Januari 2018 lalu. Menurut penuturan Rakhmat Gunadi, dengan menggaet ia akan menambahkan tren positif bagi Persika.


Entah sisi positif apa yang dimaksud Rakhmat kurang begitu jelas. Bisa jadi dari sisi popularitas seorang Yusuf Mansur yang merupakan ustadz kondang yang kerap tampil di televisi. Selain itu beberapa persen saham yang dimiliki oleh Ustadz Yusuf Mansur juga tidak disebutkan oleh Rakhmat. Jumlah nominal yang digelontorkannya pun masih dirahasiakan.


Mantan Pelatih Timnas U-19 Juga Datangi Persika


Terdengar menarik ketika seorang alim ulama ikut terjun ke dalam pengembangan sepak bola Ketika Sosok Penceramah Mulai Menjamah Si Kulit Bundar

Sumber : Goal.com


Selain nama Ustadz Yusuf Mansur yang tergabung ke dalam kepengurusan Persika Karawang ada pula nama lain yang mencuat, yakni Indra Sajfri. Pelatih yang menelurkan pemain-pemain berbakat mulai dari Evan Dimas hingga Egy Maulana ini disebut-sebut menjadi salah satu orang yang mempunyai saham di PT. Persika Singaperbangsa. Meskipun ia membantah alasannya ialah belum terjadi komitmen apa-apa, menyerupai dilansir dari Bola.com.


Adapun alasan yang mungkin terjadi ialah kesamaan abjad religius yang terdapat pada nama Indra Sajfri dan Yusuf Mansur. Sebagai ustadz, terperinci saja nama Yusuf Mansur niscaya dekat dengan nilai-nilai religius. Tapi tanpa disadari nama Indra Sajfri juga demikian, instruktur ini pernah mengajak Tim U-19 angkatan Evan Dimas untuk umroh (bagi yang beragama islam). Selain itu banyak pula hal lain yang berkaitan dengan agama diterapkannya di dunia kepelatihan selama di lapangan dan luar lapangan.


Menduetkan Dua Pelatih Anyar Demi Kemajuan Karawang


Terdengar menarik ketika seorang alim ulama ikut terjun ke dalam pengembangan sepak bola Ketika Sosok Penceramah Mulai Menjamah Si Kulit Bundar

Sumber : Bolaskor.com


Tidak hanya menggaet ustadz kondang dan instruktur timnas muda kawakan, Persika juga mendaulat mantan instruktur Borneo FC, Ricky Nelson, sebagai instruktur kepala. Sepertinya seru menanti duet Indra Sajfri yang menjabat sebagai administrator teknik dan Ricky Nelson sebagai instruktur kepala. Keduanya memang mempunyai visi yang sama dengan membuatkan pemain muda. Seperti yang dilakukan Nelson dikala menukangi Borneo FC di ajang Piala Presiden 2017, meski hanya menurunkan tim lapis kedua namun tetap sanggup ke partai puncak.


Indra Sajfri sendiri mengaku tertarik untuk memajukan sepak bola di Karawang alasannya ialah mendapat tawaran dari Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari. Mantan instruktur Bali United ini juga tengah giat membangun ‘Akademi Indra Sajfri’ untuk menyaring bakat-bakat pemain muda Karawang. Duet instruktur ini diperlukan oleh publik Karawang sanggup membawa Persika melaju ke Liga 1, alasannya ialah kini Persika sedang berjuang di Liga 2.


Diisukan Dapat Dana Dari Tim Ibu Kota


Terdengar menarik ketika seorang alim ulama ikut terjun ke dalam pengembangan sepak bola Ketika Sosok Penceramah Mulai Menjamah Si Kulit Bundar

Sumber : Youtube.com


Persika sempat diisukan sanggup suntikan dana dari Persija tapi konon kabar tersebut eksklusif dibantah oleh Manajer Tim Persika, Rakhmat Gunadi. Kabar ini mencuat karena Direktur Utama Persija, I Gede Widiade, menjadi CEO Persika. Ia pun menegaskan jikalau tidak ada hubungan (apa pun) antara Persija dengan Persika.


Kabar miring ini semakin beredar karena Persija sebagai tim ibu kota yang tak mempunyai rumah, sempat berencana menempati Stadio Singaperbangsa sebagai homebase, namun hal itu ditolak karena Persika sedang fokus mempersiapkan tim guna menghadapi liga 2 ekspresi dominan depan. Rakhmat juga menyampaikan jikalau komitmen dengan I Gede terjadi alasannya ialah dia hobby sepak bola.


“Namanya penggila sepak bola, sulit dimengerti. Apa lagi ia sudah bertahun-tahun menangani tim sepak bola,” ungkapnya.


Hal ini mustahil terjadi seharusnya alasannya ialah Persika sudah mendapat gelontoran dana dari Ustadz Yusuf Mansur. Karena ia secara resmi merupakan pemegang saham di PT. Persika Singaperbangsa (meskipun bukan pemegang tunggal). Bisa saja dana yang digelontorkan tidak dibocorkan Persika alasannya ialah takut sosok ustadz kondang menjadi target media dan publik. “Bukan sumbang untuk masjid malah buat sepak bola.”, atau kecaman lainnya yang biasa dilakukan oleh netizen yang budiman.


Bahkan Gus Mus Dan Quraish Shihab Pernah Menjadi Pemain Bola, Bukan Sekedar Mitra


Terdengar menarik ketika seorang alim ulama ikut terjun ke dalam pengembangan sepak bola Ketika Sosok Penceramah Mulai Menjamah Si Kulit Bundar

Sumber : Breakingnews.co.id


Quraish Shihab dikenal sebagai andal tafsir yang pernah kuliah di Mesir bersama dengan KH Mustofa Bisri yang biasa dipanggil Gus Mus. Kedua ulama ini ternyata pernah tergabung dengan sebuah kesebelasan asal Kairo, tim ingusan Zamalek semasa menutut ilmu di sana. Zamalek sendiri merupkan klub raksasa yang ada di Kairo, Mesir. Sedangkan seteru abadinya di kala itu ialah Al-Ahly. Kenyataan bahwa dua ulama Indonesia itu pernah berkiprah di sepak bola Mesir tertuang lewat biografi milik Quraish Shibah berjudul “Cahaya, Cinta, dan Canda”.


Alim ulama atau pun sosok penceramah sanggup tergabung ke dalam sepak bola. Karena olahraga ini bebas bagi siapa saja yang mencintainya. Tak menutup bagi orang yang suci sekali pun, bahkan orang sejahat Hitler saja suka sepak bola bukan? Makara ya sah-sah saja.