Tak Selamanya Waktu Hanya Untuk Bekerja Bung, Sebab Kebahagiaan Tidak Diukur Dari Banyaknya Harta

Posted by Ganas003 on 22.08 in , ,

Di usia-usia produktif memang impian bekerja ulet niscaya ada, apa lagi bila bonus dan uang lembur selalu menanti. Rasanya rela mengorbankan semua asalkan isi dompet selalu tebal tiap harinya. Memang untuk urusan kantong banyak yang harus dikorbankan. Karena kehidupan memang bersumber soal uang kan? Orang awam saja berkata “kencing aja bayar”, berarti ya poros kehidupan yakni uang.


Uang memang menjadi salah satu benda mati yang dipuja dan dirindukan. Makanya, banyak orang yang bekerja mati-matian untuk mendapatkannya. Tapi terlalu sibuk bekerja juga tidak untung, Bung sanggup saja ditinggalkan orang-orang yang disayang, dilanda rasa sakit, hingga keluarga tak begitu diperhatikan dan gres berasa ketika mereka satu per satu berpulang ke alam baka.


Kalau bekerja ulet memang diperbolehkan Bung. Namun, jangan hingga waktu bekerja mengganggu hal-hal lain. Seperti menjaga silaturahmai keluarga, kehangatan bersama pasangan dan tali persaudaraan bersama teman. Kebahagiaan itu tiba dari sekitar kalian, Bung harus sanggup menjaga kadar antara bekerja dan kehidupan sosial. Karena tak selamanya bahan sanggup membeli kebahagiaan.


Keluarga Dicampakkan Karena Sibuk Bekerja Tiap Pekan


usia produktif memang impian bekerja ulet niscaya ada Tak Selamanya Waktu Hanya Untuk Bekerja Bung, Karena Kebahagiaan Tidak Diukur Dari Banyaknya Harta


Bekerja menghabiskan 5 hari dari 7 hari yang tersedia setiap pekannya. 40 jam dihabiskan setiap 5 hari untuk menandakan dedikasi, hingga hari Sabtu dan Minggu terkena imbasnya untuk menuntaskan pekerjaan yang belum selesai. Dari sekian waktu yang tersisa kapan Bung bertemu keluarga? bahkan hanya sekedar menanyakan kabar saja tidak sempat, padahal perihal tahu kabar seseorang tidak menghabiskan waktu selama 3 menit.


Untuk meluangkan waktu 3 menit saja terlupakan lantaran terlalu fokus dan disibukkan pekerjaan. Pekerjaan tampaknya terlalu banyak menyita waktu. Bung, membangun komunikasi keluarga itu penting dan harus dijaga, lantaran mereka niscaya juga merindukan untuk berbicara banyak. Tapi mereka tak berani memulainya, lantaran takut mengacaukan waktu yang Bung punya.


Lembur Dan Bonus Menggoda Di Waktu Luang, Sehingga Pacar maupun Kawan Rela Dikorbankan


usia produktif memang impian bekerja ulet niscaya ada Tak Selamanya Waktu Hanya Untuk Bekerja Bung, Karena Kebahagiaan Tidak Diukur Dari Banyaknya Harta


Ketika dewasa, memang jumlah sahabat semakin lama, semakin berkurang. Bisa lantaran memang sudah tidak terjalin komunikasi atau memang kesibukan yang menjadi alasan. Mereka yang pergi mungkin lelah lantaran pernah diabaikan beberapa kali, ketika rasa ingin bersua sahabat ditampik alasannya yakni lembur di simpulan pekan. Jangan salahkan mereka yang pergi Bung, lantaran diabaikan terus-menerus menciptakan mereka lelah dan takut mengganggu waktumu.


Tak hanya soal persahabatan saja, tapi pacar juga sanggup berakhir menyerupai ini. Hubungan antara pasangan lebih pelik dari persahabatan lantaran harus memperlihatkan kabar setiap saat. Kalau Bung yang selalu disibukan dengan bekerja demi uang, ya tinggal tunggu waktu saja lantaran si nona niscaya akan meninggalkan. Jangan hingga pekerjaan menyita semua waktu Bung. Bung bukan robot yang harus siap bekerja 1×24 jam, tapi hanya insan biasa yang mempunyai kehidupan lain selain bekerja.


Tenaga Digadai Demi Pekerjaan, Meski Kesehatan Telah Berada Di Titik Keberatan


usia produktif memang impian bekerja ulet niscaya ada Tak Selamanya Waktu Hanya Untuk Bekerja Bung, Karena Kebahagiaan Tidak Diukur Dari Banyaknya Harta


Tubuh yang selalu diforsir untuk bekerja lebih dari biasanya tidak akan baik-baik saja. Meski badan Bung tidak bereaksi apa-apa, bukan berarti tak ada masalah. Mungkin memang tidak sekarang, namun sanggup saja nanti. Kondisi fisik dilarang diabaikan, Bung yang terlalu banyak bekerja harus menjaga kesehatan. Kalau teladan makan dan tidur saja berantakan, otomatis itu akan menciptakan Bung sakit-sakitan.


Bung yang bekerja terlalu ulet hingga tak kenal waktu demi mengejar bonus, niscaya akan mendapat hal yang setimpal yakni kantong yang lebih tebal. Namun, buat apa kantong yang lebih tebal bila itu semua nantinya digunakan untuk biaya perawatan. Oleh lantaran itu, jangan hingga pekerjaan Bung merusak waktu tidur dan makan, lantaran dua hal itu menjadi asupan dan kekuatan.


Waktu Sangat Krusial, Terlalu Memforsir Diri Untuk Bekerja Akan Membuat Hidup Bung Sial


usia produktif memang impian bekerja ulet niscaya ada Tak Selamanya Waktu Hanya Untuk Bekerja Bung, Karena Kebahagiaan Tidak Diukur Dari Banyaknya Harta


Momen yang terasa membahagiakan tidak akan sanggup diulang. Bung yang kini telah berusia kepala tiga apakah merindukan rasa-rasa di mana grup chatting dipenuhi dialog perihal liburan dikala tanggal merah yang terselip. Atau ketika keluarga sedang berkumpul dan bercanda perihal masa kecil anak dan cucunya yang kini telah dewasa. Tak lupa juga si nona yang sering mengajak makan sate taichan di setiap pekan lantaran sedang hits- hitsnya di media sosial. Terkadang kebahagiaan tidak sanggup diukur lewat harta, kebahagiaan yakni soal waktu yang dimanfaatkan menjadi momen sederhana yang mempunyai sejuta makna.


Kebahagiaan Itu Nyata, Sedangkan Materi Itu Fana Bung


usia produktif memang impian bekerja ulet niscaya ada Tak Selamanya Waktu Hanya Untuk Bekerja Bung, Karena Kebahagiaan Tidak Diukur Dari Banyaknya Harta


Money can’t buy happiness sebuah jargon yang niscaya Bung ketahui. Bahwa uang tidak sanggup membeli kebahagiaan. Beberapa hal yang menjadi sumber senang dalam kehidupan ini tak sanggup dibeli dengan materi. Materi hanya membawa rasa nyaman dan aman, sekaligus poros kehidupan. Kebahagiaan sanggup didapatkan dari sebuah rasa pertemanan, kekeluargaan, dan percintaan. Rasa-rasa tersebut tak sanggup dibeli dengan uang, juga tidak sanggup diukur dengan materi. Karena kebahagiaan itu yakni bentuk aktual dari kehidupan yang sesungguhnya.