Ketika Borok Sepak Bola Tanah Air Terungkap Oleh Pemain Belanda Yang Pernah Hijrah Ke Indonesia

Posted by Ganas003 on 22.08 in ,

Kristian Adelmund merupakan sosok yang pernah mencicipi keganasan Liga Indonesia. Bukan keganasan macam kompetitifnya suatu persaingan antar klub, dan berjibakunya pemain selama di lapangan. Namun, kebobrokan sistem liga nomor satu Indonesia ini. Banyak hal yang ia utarakan kepada Vice Sport, ketika ia sudah tidak lagi merumput karena sang ayah yang sakit kanker darah, membuatnya harus kembali ke tanah kelahirannya, Rotterdam.


Curahan jujur Adelmund perihal kondisi sepak bola tanah air menjadi satu bahasan yang menarik. Lantaran, liga tertinggi selalu berusaha menjadi yang terbaik semenjak beberapa tahun lalu. Namun permasalahan yang terjadi selalu mengakar seolah tak pernah tuntas diselesaikan. Salah satunya yakni korupsi, momok terbesar negeri ini.


Bermula Di PSIM, Seketika Ia Dipanggil Namun Dipulangkan Tanpa Alasan


Kristian Adelmund merupakan sosok yang pernah mencicipi keganasan Liga Indonesia Ketika Borok Sepak Bola Tanah Air Terungkap Oleh Pemain Belanda Yang Pernah Hijrah Ke Indonesia


Bermula ketika dipanggil seorang kawannya berjulukan Lorenzo Rimkus, yang mengajaknya bermain untuk PSIM Jogja.  Tanpa pikir panjang ia mendapatkan anjuran itu. Pengalaman pertamanya dikala bertandang ke Sumatera di mana ia mendapati seorang supir bus tim PSIM berlaku ekstrim dengan ngebut membawa kendaraan. Terlebih lagi kata Adelmund, tidak ada pembatas jalan selama di perjalanan. Namun ia heran dikala melihat rekan satu timnya sanggup tidur nyenyak, sedangkan ia melek selama sepuluh jam.


Tidak hingga disitu, ketika ia kembali ke hotel sesudah latihan, official tim memberi tahu dirinya semoga tidak keluar dari hotel alasannya yakni ada sekelompok teroris di gunung hendak menculiknya. Keanehan dan keseraman berselimut menjadi satu di pertandingan pertama Adelmund di Indonesia. Setelah beberapa kali pertandingan, ia tiba-tiba di depak begitu saja, hingga ia berkata “Ini suatu petualangan,” ungkapnya. Tidak adanya sistem kontrak yang jelas, menciptakan Adelmund kembali ke Belanda.


Kembali Didepak Oleh Madura United Demi Mengisi Kantong Pribadi Yang Hakiki


Kristian Adelmund merupakan sosok yang pernah mencicipi keganasan Liga Indonesia Ketika Borok Sepak Bola Tanah Air Terungkap Oleh Pemain Belanda Yang Pernah Hijrah Ke Indonesia


Setelah didepak tanpa alasan oleh PSIM Jogja, ternyata tak menciptakan Adelmund berprasangka sama ketika dipinang Madura United. Padahal Madura United mencari seorang gelandang tengah, bukan bek tengah ibarat dirinya. Namun alasannya yakni sang distributor telah mempunyai komitmen dengan tim risikonya transfer berjalan sewajarnya. Bahkan kata Adelmund “Kalau pun saya berposisi penjaga gawang mereka tetap akan menampilkan saya sebagai gelandang serang,”.


Menjalani setengah demam isu dengan memperlihatkan bantuan 10 assist tampaknya merupakan demam isu yang baik kata Adelmund. Terlebih lagi publik Madura sangat mengasihi dirinya. Tapi tiba-tiba ia didepak demi mengisi kantong eksklusif oknum official Madura United. “Semuanya berjalan baik dan para fans sangat menghargai saya. Namun tiba-tiba saya didepak tanpa belas kasihan. Dengan cara ini instruktur sanggup mengambil pemain gres dan memasukkan sejumlah uang ke kantongnya sendiri,” ungkapnya kepada Vice Sport.


Bentuk Intimidasi Terhadap Tim Lawan Juga Terjadi Di Depan Mata


Kristian Adelmund merupakan sosok yang pernah mencicipi keganasan Liga Indonesia Ketika Borok Sepak Bola Tanah Air Terungkap Oleh Pemain Belanda Yang Pernah Hijrah Ke Indonesia


“Meski keadaan semakin membaik dikala ini, korupsi tetap menjadi problem utama sepak bola Indonesia. Sebagai contoh, saya adakala melihat bos lawan – saya melihat bahwa ia membawa pistol – melihat ruang ganti wasit. Anda tidak perlu heran dengan hal itu di Indonesia,” ungkap Adelmund.


Apa yang diungkapkan Adelmund rasanya ibarat sebuah stigma yang tak sanggup dihindarkan. Bahwa bentuk intimidasi dengan implikasi pertandingan tidak berjalan sportif ibarat telah menjadi pemandangan biasa. Ada pun bentuk intimidasi yang ia saksikan tak hanya itu. Semasa berseragam PSS Sleman kala menghadapi PSIM Jogja, sebuah laga derby Jawa Tengah, dikala berada di sisi lapangan (bangku cadangan) ia menonton pertandingan sambil menghindari kerikil secara bersamaan.


Ketika berhadapan dengan Persis Solo ia melihat bahwa ada sesaji yang dilakukan penyihir berbentuk ketel untuk mengganggu pertandingan. Belum lagi dikala ia melihat rekan satu timnya terkena kerikil dan gres saja tersingkir di lapangan, namun wasit tetap melanjutkan. Hal yang lebih memalukan kala digelar satu pertandingan dengan regulasi tanpa penonton, namun ada saja yang menghadiri hingga berimbas tewasnya satu penonton dan ada pula perempuan yang diperkosa berdasarkan penuturannya.


Di Luar Logika, Dikala Sperma Dihargai Lebih Dari 100 Juta


Kristian Adelmund merupakan sosok yang pernah mencicipi keganasan Liga Indonesia Ketika Borok Sepak Bola Tanah Air Terungkap Oleh Pemain Belanda Yang Pernah Hijrah Ke Indonesia


Mungkin ini merupakan sesuatu hal diluar bobroknya sepak bola yang diungkap oleh Adelmund. Tapi ini menjadi satu cerita yang unik ketika ada seorang perempuan yang menawar Adelmund untuk menyumbangkan spermanya. Untuk ukuran pemain bola berdarah Belanda yang tentu mempunyai daya pikat terlebih lagi di tempat Asia, usut punya usut, sperma dari Adelmund ditawar antara 800 juta hingga 1 milliar.


“Ketika saya latihan bersama PSS Sleman banyak perempuan menghampiri saya di lapangan dengan membawa makanan. Bahkan dari mereka ada yang mengajak pulang bersama,” ujarnya.


Meskipun Begitu Ia Tetap Cinta Indonesia


Kristian Adelmund merupakan sosok yang pernah mencicipi keganasan Liga Indonesia Ketika Borok Sepak Bola Tanah Air Terungkap Oleh Pemain Belanda Yang Pernah Hijrah Ke Indonesia


Bak bintang pop di Indonesia Adelmund dihargai lebih dari sekedar pemain bola. Bahkan, ia menyebutkan bahwa hidupnya di Indonesia hidup ibarat dewa. “Rasanya membuang-buang waktu menghabiskan hari-hari dengan bisnis. Saya sering berpikir, apa yang saya lakukan di sini?”


“Saya tidak sabar untuk kembali lagi, Mungkin saja saya akan pergi dalam waktu enam bulan. Tentu saja saya berharap kembali bermain sepak bola. Sejumlah klub sudah menginformasikan.” imbuhnya. Sekarang, Kristian Adelmund bermain untuk  SC Feyenoord, versi amatir dari Feyenoord Rotterdam. Apa yang diungkapkan Adelmund menjadi cerminan bahwa sepak bola Indonesia jauh dari kata baik dari segala struktur.