Kenyamanan Dalam Berpacaran Tidak Bersumber Dari Keromantisan, Tetapi Keabsurdan

Posted by Ganas003 on 22.08 in

Hubungan pacaran memang senormalnya menjalani hal yang romantis, saling melempar pesan puitis nan gombal ibarat di drama Hollywood atau Korea. Tapi mode pacaran ibarat itu memang sudah masuk dalam skenario sutradara, dan sanggup jadi jarang terjadi di dunia nyata.


Tak perlu muluk-muluk, melaksanakan dialog abstrak pun jadi bukti bergotong-royong kalau Bung dengan pasangan sudah masuk zona nyaman. Hal abstrak yang menjadi topik pun jadi menunjukan jikalau korelasi yang Bung jalin tak lagi jaim alias jaga image. Terkesan anomali memang. Hubungan berpacaran yang ibarat itu layaknya persahabatan. Tidak ada batasan tapi rasa cinta dan kasih sayang tetap jadi landasan utama. Mungkin Bung heran kenapa sanggup demikian, namun ibarat itulah adanya.


Warna Pakaian Bisa Menyebabkan Pertikaian, Tapi Saat Bung Dan Si Nona Sudah Merasa Nyaman, Hal Itu Tak Akan Terjadi


Hubungan pacaran memang senormalnya menjalani hal yang romantis Kenyamanan Dalam Berpacaran Tidak Bersumber Dari Keromantisan, Tetapi Keabsurdan


Ketika menjalani masa pendekatan dengan pasangan, yang namanya jaim sudah menjadi senjata. Bung pun tidak mau dianggap aneh, sehinga memancing pasangan ilfeel. Kalau pasangan sudah ilfeel otomatis, ia akan menjauh dari radar percintaan. Maka dari itu banyak orang yang ingin tampil keren di hadapan pasangannya.


Ketika Bung ingin tampil keren dengan menentukan pakaian yang cocok dikenakan ketika kencan pertama. Bung justru merasa si nona menentukan warna yang norak. Apabila Bung mengatakannya ketika itu habislah sudah, si nona tentu tersinggung sebab merasa selera pakaiannya direndahkan. Namun, ketika Bung dan si nona sudah sama-sama nyaman, menilai warna baju pasangan nampaknya tidak menjadikan kemarahan. Malahan si nona terbuka dengan segala evaluasi asalkan Bung tidak mengomentarinya berlebihan sebab tiba-tiba jadi pengamat dadakan.


Amarah Si Nona Pun Tak Akan Tersulut Saat Bung Mengomentari Berat Badannya Yang Kian Berisi


Hubungan pacaran memang senormalnya menjalani hal yang romantis Kenyamanan Dalam Berpacaran Tidak Bersumber Dari Keromantisan, Tetapi Keabsurdan


Hal sensitif lainnya yang biasanya tidak sanggup diterima nona ialah soal berat badan. Mengomentari berat tubuh ibarat mengatakan, “Kamu gendutan?” mungkin sanggup menciptakan si nona murka. Karena bagi wanita menjadi gemuk atau kelebihan berat tubuh ibarat sebuh kenyataan yang tak kuasa untuk disangkal, namun sulit untuk dirubah dalam artian mengurangi porsi makan.


Namun Bung, apabila Bung dan si nona sudah sama-sama nyaman, tentu si nona tak akan emosi ketika Bung mengomentari badannya yang semakin berisi. Si nona akan mengganggap hal itu sebagai motivasi untuk memperbaiki diri. Tak lagi terpengaruhi rasa sensitif sebab pernyataan Bung yang impulsif.


Alih-alih Berlaku Jaim Saat Makan Di Depan Si Nona, Bung Pun Tak Lagi Perhitungan Soal Makanan


Hubungan pacaran memang senormalnya menjalani hal yang romantis Kenyamanan Dalam Berpacaran Tidak Bersumber Dari Keromantisan, Tetapi Keabsurdan


Makan? Dinner? Bisa menjadi sesuatu yang menciptakan Bung ingin terlihat sopan, tidak terlalu lahap, padahal suasana dalam perut masih riuh hendak menyantap. Tak ingin terlihat rakus, Bung rela menciptakan perut berteriak kalau lambung masih kurus ingin diisi lagi. Berhubung Bung sedang masa pendekatan, agak terlihat keren dan menyenangkan, Bung pun tak makan dengan porsi terbatas.


Kalau sudah jadian dalam kurun waktu bertahun-tahun sifat orisinil niscaya lambat laun akan kelihatan. Bung sudah dalam kategori yang nyaman ketika melihat pasangan menyisakan kuliner dan tanpa basa-basi Bung bilang, “Kalau tidak habis, kasih saya saja”.  Bahkan sanggup jadi Bung dan si nona saling berebut makanan.


Bahkan Bung Pun Tak Segan Menawarkan Bantuan Untuk Memecahkan Jerawatnya


Hubungan pacaran memang senormalnya menjalani hal yang romantis Kenyamanan Dalam Berpacaran Tidak Bersumber Dari Keromantisan, Tetapi Keabsurdan


Jerawat ialah hal yang mengganggu kemulusan muka. Membuat setiap individu aib untuk keluar sebab tidak percaya diri. Apa lagi bagi perempuan, tumbuh satu infeksi saja sudah membuatnya stres nggak karuan. Bung yang risih dengan infeksi pasangan, ingin sekali memecahkannnya. Tapi kerisihan Bung tak mungkin sanggup disalurkan ketika pacaran masih dalam tahap hitungan bulan.


Ketika jangka waktu pacaran terbilang lama. Jerawat di muka bukan lagi sebuah kerisihan yang tidak sanggup dinyatakan. Bung sanggup bilang sekaligus memperlihatkan untuk memecahkan jerawat. Terlalu abstrak memang ketika Bung malah memperlihatkan perlakuan demikian. Tetapi sebab sudah santai dengan pasangan, hal ibarat itu sanggup dinyatakan.


Hingga Reaksi Si Nona Yang Hanya Tertawa Ringan Saat Bung Buang Angin Di Depannya


Hubungan pacaran memang senormalnya menjalani hal yang romantis Kenyamanan Dalam Berpacaran Tidak Bersumber Dari Keromantisan, Tetapi Keabsurdan


Ini merupakan hal yang paling krusial dalam berpacaran. Sikap ini memang tidak sopan, tapi kalau buang angin ditahan-tahan malah menjadi penyakit. Mungkin ada satu momen di mana Bung menahan rasa tersebut sebab malu. Tapi rasa yang tertahankan alhasil keluar, dan berlagak suci Bung tidak mengaku dan menuduh orang lain.


Hal yang krusial ini akan menjadi sebuah hal yang biasa dalam level pacaran di tingkatan lebih tinggi. Selain nyaman, rasa mengerti satu sama lain juga menjadi alasan. Sampai-sampai ketika Bung buang angin di depan di nona, reaksinya hanya tertawa, bersikap biasa dan mengomentari baunya. Obrolan yang abstrak tersebut malah menjadi penanda kalau korelasi pacaran Bung sudah berhasil mencapai titik nyaman. Terkadang keanomalian dalam bersikap sanggup disikapi santai, asalkan tidak berlebihan.