Generasi Emas Sepak Bola Vietnam Berbicara Banyak Di Kancah Asia

Posted by Ganas003 on 22.08 in

Vietnam gres saja mengecap manisnya sebuah perjuangan, skuad mudanya berhasil menembus partai final Piala Asia U23. Hal ini tentunya menjadi sejarah bagi Vietnam dan Asia Tenggara, karena berhasil hingga pada partai puncak pagelaran kompetisi Benua Asia tersebut. Meski pada alhasil perjuangannya berhasil dikandaskan oleh Uzbekistan dengan skor 2-1.


Walau gagal juara, gelar runner-up sudah disyukuri warga Vietnam, kepulangan timnas muda tersebut disambut meriah. Tak mau ketinggalan momentum, Vietjet salah satu maskapai penerbangan Vietnam turut menyambut bahkan menjadi pesawat kepulangan mereka dari China, tempat digelarnya Piala Asia U-23 2018. Cara menyambutnya pun berbeda, dengan menempatkan model berbikini yang berlenggak-lenggok di sepanjang gang pesawat. Tentu saja, cara maskapai tersebut mengundang emosi publik yang mengecapnya sebagai promo murahan.


Terlepas dari hal itu, usaha Vietnam yang sanggup berjibaku dengan tim Asia lainnya hingga berhasil berada di partai puncak, bukanlah merupakan hoki. Semua dibangun lewat perjuangan. Kegagalan mereka di SEA Games 2017, menjadi catatan koreksi untuk federasi. Mulai dari pergantian instruktur hingga fokus kepada pembinaan pemain muda, karena poin tersebut menjadi hal dasar namun krusial. Kaprikornus tidak salah, kalau Vietnam sanggup merengkuh gelar runner-up di ajang Piala Asia U23.


Berhasil Menciptakan Sejarah Bagi Sepak Bola Asia Tenggara


Vietnam gres saja mengecap manisnya sebuah usaha Generasi Emas Sepak Bola Vietnam Berbicara Banyak Di Kancah Asia

Sumber : Eyesoccer.id


Vietnam mencatatkan rekor beruntun saat berlaga dalam Piala Asia U-23 kemarin. Dengan menjadi satu-satunya tim yang sanggup menembus babak semi final dan partai final. Torehan tersebut tentu menaikkan status kesebelasan Asia Tenggara di mata Asia. Hingga tak lagi dipandang sebelah mata oleh Asia Timur dan Timur Tengah.


Sekaligus menjadi menunjukan kalau peta kekuatan sepak bola Asia Tenggara semakin berkembang. Apabila dulu Thailand selalu menjadi momok serta representasi tempat ASEAN, kini muncul lagi nama gres ialah Vietnam. Mungkin akan disusul oleh Malaysia dan Vietnam.


Status Kuda Hitam Disematkan Kepada Vietnam. Keberhasilan Melangkah Ke Final Bukan Modal Keberuntungan, Tapi Latihan!


Vietnam gres saja mengecap manisnya sebuah usaha Generasi Emas Sepak Bola Vietnam Berbicara Banyak Di Kancah Asia

Sumber : Eyesoccer.id


Tidak ada yang menyangka kalau Vietnam sanggup berbicara banyak di pagelaran Piala Asia U-23. Kalau Bung pikir-pikir saja, hal ini menyerupai menjagokan Scotlandia di Piala Dunia. Kenapa begitu? Status kuda hitam disematkan kepada kesebelasan yang diprediksi sanggup menjadi hama alias pengganggu tim-tim kandidat juara. Namun, untuk memperlihatkan status ke Vietnam sebelum pagelaran dimulai rasanya agak utopis kan Bung?


Tapi inilah sepak bola, apa pun sanggup terjadi dalam 90 menit. Vietnam tampil lebih taktis. Tergabung dengan Suriah, Australia dan Korea Selatan di Grup I tidak menciptakan mereka gentar. Lantaran tantangan tersebut dijawab dengan point 4 dari 1 kali kalah, 1 kali seri dan 1 kali menang. Lolos ke fase knock-out, Iraq dan Qatar menjadi korban keganasan pasukan Vietkong. Walau di partai puncak harus kalah dari Uzbekistan, meski permainan sengit telah ditunjukkan.


Beda Pelatih, Beda Permainan, Namun Satu Perjuangan


Vietnam gres saja mengecap manisnya sebuah usaha Generasi Emas Sepak Bola Vietnam Berbicara Banyak Di Kancah Asia

Sumber : Eyesoccer.id


Sepak bola tanpa seni administrasi mustahil menang, kombinasi otak dan fisik menyebabkan olahraga berebut satu bola ini menjadi seru untuk ditonton dan dibicarakan. Kegagalan dari pagelaran SEA Games 2017, menjadi catatan koreksi bagi federasi sepak bola Vietnam. Hal itu diawali melalui berpindahnya dingklik kepelatihan, dari Nguyen Huu Thang ke Park Hang-seo.


Permainan Vietnam dibawah kendali Huu Thang memang menarik dengan berfilosofi pada sepak bola ofensif atau menyerang. Namun, permainan menarik yang ditunjukkan tidak berbuah kemenangan. Lewat Hang-seo, Vietnam menjadi lebih pragmatis, dengan fokus pada pertahanan. Mengusung deretan 5-3-2 membuahkan hasil runner-up, sekaligus permainan anggun dan impresif yang kerap ditunjukan setiap pertandingan.


Pembinaan Pemain Muda Selalu Menjadi Faktor Utama Untuk Sepak Bola Mendunia


Vietnam gres saja mengecap manisnya sebuah usaha Generasi Emas Sepak Bola Vietnam Berbicara Banyak Di Kancah Asia

Sumber : Eyesoccer.id


Keseriusan Federasi Sepak Bola Vietnam atau VFF, dimulai dengan membangkitkan pemain muda yang terkubur bakatnya. Regenerasi pemain dan pembinaan pemain muda dilakukan disetiap usia. Dapat dilihat dari banyak sekali ajang yang melibatkan usia muda, Vietnam selalu tampil memukau. Menembus partai final Piala AFF U-19 2013, berhasil hingga partai semi-final Piala Asia U-19 2016, masuk putaran final Piala Dunia U-20 2017, dan yang terbaru menjadi runner up Piala Asia U-23 2018. Harapannya, para generasi “emas” tersebut juga sanggup berbicara banyak di level senior.


Tidak hanya dari federasi yang fokus kepada pembinaan pemain muda atau kerap disebut grassroot. Setidaknya ada dua kesebelasan di Vietnam yang mempunyai perguruan tinggi sepak bola terbaik menyerupai Hanoi FC dan Hoang Anh Gia Lai. Bahkan, tim Hoang Anh Gia Lai mempunyai afiliasi dengan tim sepak bola asal Inggris, Arsenal. Kaprikornus sudah terperinci kenapa regenerasi pemain Vietnam bagus kan Bung?


Bagaimana Dengan Indonesia?


Vietnam gres saja mengecap manisnya sebuah usaha Generasi Emas Sepak Bola Vietnam Berbicara Banyak Di Kancah Asia

Sumber : Goal.com


Indonesia sanggup dibilang masih terlampau jauh Bung dari Vietnam, baik itu dari sisi prestasi, maupun hasil yang sanggup direngkuh pemain muda. Tentu kita pun bakal memahami dan mengamini kalau Vietnam lebih unggul (jauh) dari Indonesia. Bukan berarti Indonesia tidak ada harapan, impian akan selalu ada selama manusia sepak bola masih mempunyai mimpi yang sama.


Kendati demikian, tanpa perlu menggali lebih dalam problema sepak bola Indonesia, pembinaan pemain muda dan membangun liga yang berkualitas sanggup menjadi solusinya. Adapun sasaran Indonesia untuk tampil di Olimpide tahun 2024 harus direalisasikan, jangan hanya cuap-cuap basi!