Wasit Sepak Bola Kerap Keliru, Karenanya Teknologi Ikut Membantu

Posted by Ganas003 on 22.08 in ,

Seorang wasit di lapangan hijau memang jadi tonggak pengadil setiap pertandingan, namun kinerja seorang wasit sebagai insan biasa, juga tak luput dari kesalahan. Olah alasannya ialah itu kemajuan teknologi membantu kinerja sang pengadil dalam mengadili. Teknologi ini berjulukan VAR (Video Assistant Referee). VAR ialah teknologi yang berbasis video. Video tersebut akan memutar ulang sebuah insiden yang sanggup dilihat oleh wasit sebagai materi pola dalam mengambil keputusan. Keputusan yang diambil pun sanggup menjadi akurat dan meminimalisir kesalahan.


Wasit memang kerap jadi target empuk para pemain untuk meluapkan kemarahan, apa lagi ketika keputusan yang diambil sangat merugikan salah satu tim, tak pelak insiden pemukulan wasit atau proses penghakiman sepihak pun dilakukan. Memang di liga-liga profesional ibarat Eropa tidak terjadi demikian, hanya di liga-liga amatir dan di Indonesia saja yang sering terjadi perkara ibarat ini.


Namun teknologi ini sudah digunakan oleh beberapa liga. A-League atau Liga Australia juga sudah menerapkan teknologi ini sebagai perangkat pertandingan. Tidak hanya Australia, Jerman, Belanda, Brazil, Portugal, dan Amerika Serikat juga ikut serta meninjau teknlogi VAR untuk diterapkan di liga lokalnya. Dan seharusnya VAR memang harus diterapkan Bung, berhubung kinerja wasit juga tidak sanggup mengakomodasi 100% jalannya pertandingan.


VAR Menjadi Asisten Wasit Dalam Bentuk Visual


Seorang wasit di lapangan hijau memang jadi tonggak pengadil setiap pertandingan Wasit Sepak Bola Kerap Keliru, Alhasil Teknologi Ikut Membantu

Sumber : Goal.com


Tugas seorang wasit memang banyak, dari memilih tendangan penalti, pelanggaran, dan kapan harus mengeluarkan kartu kuning atau kartu merah. Tak sanggup dianggap remeh Bung! Keputusan wasit yang salah sanggup merusak jalannya pertandingan seketika. Bahkan dalam sekejap arena permainan sanggup menjadi arena baku hantam Bung! Makanya kehadiran VAR niscaya sanggup memperlihatkan atmosfer sportivitas yang lebih berkualitas.


VAR sendiri akan membantu wasit dari untuk meninjau terjadinya gol, keputusan penalti, pertolongan kartu merah dan kesalahan identitas. Mungkin Bung bertanya-tanya soal poin yang terakhir. Kesalahan identitas ialah ketika 2 atau lebih pemain terlibat pelanggaran, sang wasit sanggup saja menuduh pemain A yang melaksanakan takel keras dan kemudian mengusirnya dengan kartu merah, padahal rekan pemain A-lah yang melaksanakan takle. Lewat VAR perkara ibarat ini sanggup dituntaskan. Dengan begitu, wasit tidak sanggup memperlihatkan kartu merah kepada pemain yang tak bersalah. Apabila iya, wasit sanggup menganulir keputusannya secara cepat.


Ternyata Sepak Bola Ketinggalan Bung, Tuh Buktinya Basket Sudah Duluan


Seorang wasit di lapangan hijau memang jadi tonggak pengadil setiap pertandingan Wasit Sepak Bola Kerap Keliru, Alhasil Teknologi Ikut Membantu

Sumber : Goal.com


Dari segi pemanfaatan teknologi dalam olahraga yang populer, nampaknya cabang olahraga sepak bola sangat telat dalam menerapkannya. Tidak hanya soal VAR, soal pemakaian statistik dalam menilai “rapor” setiap pemain saja, lebih dulu diterapkan di American Football. Barulah sepak bola mengikuti jejaknya. Untuk soal VAR, memang bukan barang gres dalam dunia olahraga Bung. Karena sudah diterapkan di banyak sekali kompetisi, ibarat National Hockey League (NHL), National Football League (NFL), dan juga NBA (National Basket Association).


Video replay atau dalam beberapa olahraga lebih dikenal dengan sebutan instan replay ini sejatinya bukan barang gres dalam dunia olahraga. Kompetisi basket paling terkenal di dunia, National Bakset Association (NBA) saja telah mengenalkan teknologi ini pada tahun 2002, dan mulai digunakan pada demam isu 2002/3. Cara kerjanya tentu berbeda, ada instalasi layar di lapangan yang menjadi materi pola keputusan wasit. Sedangkan dalam sepak bola, wasit mendapatkan laporan lewat earphone dari tim ajun peninjau di tribun stadion.


Piala Dunia Tahun Ini Akan Ada Wasit Tambahan, Katanya..


Seorang wasit di lapangan hijau memang jadi tonggak pengadil setiap pertandingan Wasit Sepak Bola Kerap Keliru, Alhasil Teknologi Ikut Membantu

Sumber : Goal.com


Pada bulan April tahun lalu, Gianni Infantino sebagai presiden FIFA mengkonfirmasi akan menggunakan teknologi ini dalam pagelaran Piala Dunia yang hendak dihelat di Rusia. Teknologi VAR diajukan sebagai perangkat wajib dikarenakan beliau merasa masih banyak hasil yang kurang memuaskan dari kinerja wasit.


Ketika penonton di stadion bahkan di layar beling sanggup melihat bahwa wasit telah keliru mengambil keputusan, sedangkan wasitnya sendiri tidak paham. Karena wasit mempunyai perspektif yang berbeda. Insiden yang terjadi di lapangan tak sanggup dilihat secara jelas, ibarat para penonton yang melihatnya lewat tayangan video ulangan.


Teknologi Baru Pasti Menuai Perdebatan Seru Bung!


Seorang wasit di lapangan hijau memang jadi tonggak pengadil setiap pertandingan Wasit Sepak Bola Kerap Keliru, Alhasil Teknologi Ikut Membantu

Sumber : Goal.com


Ketika ada suatu penemuan terbaru dalam segala aspek kehidupan, tak hanya sepak bola, niscaya akan menuai pro dan kontra. Pro dan kontra soal VAR juga ada Bung. Ketidaksetujuan terutama berangkat dari para pemain dan pelatih, sebut saja Eduardo Vargas, punggawa asal Chili yang dirugikan alasannya ialah golnya dianggap offside dalam Piala Konfederasi 2017.


Selain itu, instruktur Portugal, Fernando Santos, juga turut bicara. Baginya penggunaan VAR sebagai materi referensi malah menjadikan pertandingan jadi membingungkan. Terlebih lagi keputusan yang diambil kadang terlalu usang sehingga menjadikan perdebatan dan sanggup mengganggu konsentrasi pemain. Bahkan pemain lain ibarat Luka Modric dan Gareth Bale juga angkat bunyi soal ini dengan menyatakan tidak oke dengan adanya VAR.


Apa Jadinya Sepak Bola Tanpa Kontroversi?


Seorang wasit di lapangan hijau memang jadi tonggak pengadil setiap pertandingan Wasit Sepak Bola Kerap Keliru, Alhasil Teknologi Ikut Membantu

Sumber : Goal.com


Sepak bola ya tetaplah menjadi sepak bola Bung. Sepak bola memang penuh kontroversi dan kejutan, banyak insiden atau insiden yang sanggup dikenang alasannya ialah kontroversi yang tidak berkesudahan. Seperti goal Frank Lampard ke gawang Jerman pada Piala Dunia 2010 yang tidak disahkan wasit padahal telah melewati garis gawang. Ada juga keputusan pengadil yang mengecewakan ketika tubruk Korea Selatan bertemu Itali di Piala Dunia 2002. Justru bumbu-bumbu ibarat itulah yang menciptakan sepak bola menjadi topik perbincangan yang seru dan hangat di tongkrongan.